Kamis, 30 Oktober 2014

MAKALAHKOMUNIKASI POLITIK





                                                          KOMUNIKASI POLITIK


 Komunikasi Politik Sebagai
  Bidang Studi Baru
 
  Komunikasi politik sebagai studi atau ilmu pengetahuan bukan hanya muncul pada masa kontemporer, tetapi peristiwa komunikasi politik telah berlangsung pada masa perang DuniaI namun kejadian ini baru dianggap sebagai komunikasi politik setelah tahun 1970.
A.    LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGAN KOMUNIKASI POLITIK AMERIKA

  Berdasarkan  studi komunikasi politik sebagai ilmu mandiri barulah pada awal dasawarsa 1950 an istilah komunikasi politik itu sendiri baru pertama kali dikemukakan secara tegas dan bulat oleh Euleau, Eldersveld dan Janowitz pada tahun 1956.
   Ada tiga factor yang mendorong munculnya studi komunikasi politik di Amerika:
Pertama, adanya pengaruh propaganda perang yang terjadi pada paruh pertama abad ke 20.
Kehadiran TV dalam kancah politik di Amerika Serikat itulah yang menjadi factor kedua yang mendorong para sarjana meneliti dan menulis peran media masa dalam politik.
Adapun factor ketiga, yang mempengaruhi usaha menjadikan komunikasi politik sebagai studi yang mandiri adalah munculnya Behavioralisme, empirisme, positivism, dikalangan ilmu social.

B.     BIDANG KAJIAN KOMUNIKASI POLITIK
  Komunikasi politik sebagai bidang kajian baru pada mulanaya berasal dari beberapa studi, seperyi retorika, analisis propaganda, studi tentang perubahan sikap studi tentang pendapat public studi tentang perilaku pemilih, hungan pemerintah dengan media dan studi teknik kampanye .
 Sebagai studi baru komunikasi politik banyak menjamin disiplin ilmu lain baik teori maupun metodologi,ilmu politik digunakan dalam memahami system politik dan implikasinyapada sistim komunikasi .
 Penyusunan komnikasi politik juga merupakan sub bahasan yang dikemukakan Nimno dan Sanders, bahasan ini meliputi komunikasi dan sosiologi politik, studi tentang kampanye dan pemilu komunikasi massadigunakan untuk gerakan politik, pemerintah dan media massa serta peranan dan hubungan politisi dan pers.
C.    METODE STUDI KOMUNIKASI POLITIK
   Komunikasi politik menggunakan beberapa metode riset dan teknik dari berbagai bidang studi, kritismeretorika misalnya muncul dari Speech Communication , analisis ini berasal dari studi propaganda, teknik ejsperimental dari studi peubahan sikap dan metode survey dari studi pemberian suara ( voting ).
   Dalam hal ini tampak bahwa berbagai kajian  studi lain telah memberikan yang penting terhadap perkembangan  studi komunikasi politik, beberapa metode yang dikemukakan dalam buku tersebut antara lain:
1.      Studi Agregat 
2.      Studi Kritis ( cultural critism )
3.      Studi Analisis Isi ( Content Analysis )
4.      Studi Eksperimental
5.      Studi Ex Post Facto
6.      Studi Survei


D.    PENDEKATAN KOMUNIKASI POLITIK
Komunikasi politik merupakan  bidang baru yang bersifat interdisipliner yang berusaha memahami realitas  politik sebagai suatu proses komunikasi.Berikut ini kami kemukakan dua diantaranya yang paling penting untuk dipahami.
1.      Pendekatan Proses
2.      Pendekatan Agenda Setting
E.     PENGERTIAN KOMUNIKASI DAN POLITIK
 Pengertian komunikasi belum terdapat kesepakatan diantara para sarjana, bahkan hamper boleh dikatakan antara sarjana satu dengan yang lainnya berbeda dalam memberikan defenisi.
    Defenisi Shacters ini menetapkan komunikasi sebagai unsure control social atau untuk mempengaruhi perilaku, keyakinan , sikap terhadap orang lain .
   Menurut Barnlund dkatakan bahwa komunikasi mempunyai sifat sifat:
1.      Dynamic ( dinamis )
2.      Continous ( sinambungan )
3.      Circulair ( berputar )
4.      Unrepeatable ( tidak dapat diulang )
5.      Irreversible ( tidak dapat dibalik)
6.      Complex, Komunikasi berlangsung dalam banyak konteks yang berlainan dan banyak tingkatan intrapersonal, interpersonal, organisasional, dan cultural.
F.     PENGERTIAN KOMUNIKASI POLITIK
    Menggunakan komunikasi  dalam menyampaikan rekomendasi terhadap kebijaksanaan yang akan diterapkan, begitu pula para penguasa atau pemerintah dalam menentukan public policy akan menganalisis terlebih dahulu sebgai informasi yang berasal dari masyarakat.
 Batasan komunikasi politik sangat ditentukan oleh tujuan penyampaian pesan politik , yakni penerima berperilaku tertentu. Batasan lain yang juga menekan aspek konsekuensi pada system politik dikemukakan pula oleh Richard fagen ( 1966 ).
   Masih banyak batasan lain yang dikemukakan oleh para sarjana tetapi pada intinya komunikasi politik dapat diartikan sebagai suatu aktivitas komunikasi yang mempunyai konsekuensi atau akibat politik, actual, potensial, terhadap fungsi system politik.
   Mungkin dengan batasan ini komunikasi politik mempunyai kajian objek yang sangat luas dan dapat overlaptingdengan studi yang lain , namun hal ini demikian juga berarti makin memperkaya kajian komunikasi politik.

KOMUNIKATOR POLITIK DAN
KEPEMIMPINAN POLITIK

A.    KOMUNIKATOR POLITIK
 Komunikator politik dapat dikatogorikan dalam 3 tipologi yaitu:
1.      Politikus atau disingkat “Pols”
2.      Komunikator professional atau “ pross
3.      Aktivis atau disingkat “vois”
4.        Politikus dapat dibedakan menjadi 2, yakni partisan dan ideology.
   Partisan adalah mereka yang mengidentifikasi diri sebagai wakil kelompok ia lebih danyak melindungi atau mendahulukan kepentingan  kelompok atau pribadi, sedangakan Ideologi merupakan politikus yang berorientasi pada pengambilan keputusan.
   Adapun golongan ideology memengaruhi keadaan dengan cara menetapkan tujuan yang berlawanan ayaw netral dalam argumentasi yang baik sehingga orang lain akan menerima pendapat mereka, selanjutnya Komunikasi politik lain adalah mereka yang tergolong sebagai komunikator professional.  Yang digolongkan sebagai komunikator professional adalah mereka yang disebut sebagai promoter dan jurnalis,
   Promotot adalah orang yang dibayar untuk mendahulukan kepentingan pelenggannya, sedangkan Jurnalis adalah mereka yang bekerja di media massa atau organisasi berita, para jurnalis mempunyai pengaruh yang besar tehadap konstelasi politik.
B.     JURU BICARA ( SPOKES PERSON )
  Juru bicara kini banyak digunakan di organisasi politik pemerintahan mulai dari kantor kepresidenan hingga kantor kementrian dinas serta badan atau biro politik dan pemerintahan dunia, juru bicara sering disamakan degan petugas humas padahal keduanya berbeda  juru bicara ditunjuk untuk menyampaikan pesan komunikasi atau menyaring pernyataan presiden kepeada khalayak atau public dan media massa.
  Juru bicara memang mempunyai kepentingan untuk tidak hanya menjadi komunikator politik bagi presiden tetapi juru bicara seringkali melakukan teknik teknik komunikasai politik yang deplomatis   Mulai dari pemilihan kata pengalihan isi, bias komuikasi, dan manipulasi fakta  yang terjadi.

C.    POLITICAL SPIN DAN SPIN DOCTOR
   Istilah spin sendiri adalah kata pejorative yang digunakan untuk menjual pesan politik tertentu atau  khusus secarah canggih yang mana pesan tersebut sangat biasa untuk mengamankan posisi dan kepentingan dari politisi yang menbuat penyataan atau pesan tertentu itu.
  Spin adalah teknik me-manage atau mnegatur media untuk menghadirkan para jurnalis media mendapatkan fakta pemberitaan yang objektif dan melakukan asesmen terhadap informasi politik yang dimiliki pleh pemerintah atau presiden.
  Biasanya orang yang menggunakan politicial spin ini disebut dengan istilah spin doctor, spin doctor diperlukan dalam pemerintahan sebagai tameng presiden sehingga presiden dianggap atau sealah tidak akan pernah slah dalam membuat penyataan dan mengelabuhi public seakan tidak terjadi  hal yang serius.
  Bicara tentang komunikasi politiktentu saja peran spin doctor memang diperlukan namun yang lebih penting dari konteks komunikator dalam komunikasi politik sebenarnya adalah pemimpin sendiri, berikut ini akan dilihat bagaimana praktik kepemimpinan di Indonesia selama ini
D.    KEPEMIMPINAN POLITIK DALAM KOMUNIKASI POLITIK DI INDONESI
  Kepemimpinan merupakan salah satu wacan penting yang selalu dibicarakan dalam kaitan dengan hamper segala aspek kehidupa manusia, singkatnya selama masih ada kehidupan dan aktivitas manusia maka masalah kepemimpinan akan selalu mengemuka.
  Dari sinilah ilmu kepemimpinan berkembangyang bersumber kepada ketersediaan sumber sumber akurasi dan informasi yang fakta serta derajat urgensi kebutuhan suatu aspek dalam masyarakat, agar kepemimpinan dan pengambilan keputusan menjadi efektif maka factor rasional dan seni mengolaartikulasi kepentingan menjadi vital.
   Simulasi sebab akibat suatu menjadi keputusan menjadi suatu hal yang lumrah dan harus dilakukan untuk mengantifikasi kemungkinan protes atau pengurangan dukungan dari fihak yang mersa tidak diuntungkan atas pengambilan suatu keputusan.

PESAN DALAM KOMUIKASI POLITIK:
SOUND BITE, BAHASA DAN NONVERBAL

A.    PESAN POLITIK DALAM KOMUNIKASI POLITIK
   Pesan dalam kegiatan komunikasi membawa informasi yang disampaikan oleh komuniaktor, pesan dalam komuikasi politik digunkan dalam praktik sejarahnya sebagi peluru untuk memengaruhi komunikan yang menjadi sasaran dalam kegiatan komunikasi politik.
  Menurut  Arsitoteles ada tiga elemen dasar dalam komunikator yang sebenarnya adalah:
1.      Yang disebut dengan communicative ideology atau penyampaian nilai nilai atau ideology yang dismpaikan oleh komunikator
2.      Disebut dengan emotional quality perasaan emosiaonal yang dimiliki oleh khalayak pada saat kolmunikasi terjadi
3.       Yang membawa pesan komunikasi bermakna adalah core argument atau argumentasi
Pesan merupakan inti dari komunikasi politik pesan bisa negative atau positive tergantung persepsi yang muncul dari khalayak yang menerima dan memaknai pesan komunikasi yang disampaikan
      B.SOUND BITE
  Sound Bite adalah satu garis kalimat yang diambil dari pidato yang panjang yang dapat digunakan sebagai indikasi dari pesan yang lebih besar , Sound bite digunakan dalam media untuk mendefinisikan pesan, argument, dan kebijakan.
  Kata bite digunakan oleh para jurnalis media elektronik ini untuk menghadapi tekanan menyampaikan cerita meraka dalam waktu yang relative singkat  jurnalistik televise dan radio hanya memasukkan potongan wawancara yang dianggap penting yang dilakukan oleh reporter karena waktu tanyang yang sangat pendek.
C  BAHASA HIPERBOLA POLITISI
    Politisi menggunakan bahasa sebagai saran untuk menyampaikan dan mengekspresikan ide pikiran  atau renca programnya, dalam kajian komunikasi politik politisi dan bahasa menpunyai signifikansi yang intens karena ketika menyampaikan pesan bukan hanya yang disampaikan melainkan lebih siapa yang menyampaikannya.
   Disinal pentingnya mendalami dan memilah secara hati hai pengguna bahasa dalam politik  terlebih lagi dalam ranah politik Indonesia yang khas dalam berbicara dan relative belum terbiasa berkomunikasi wawancara atas dasar fakta.
  Besarnya tekanan masaa politik ini pada gilirannya memaksa politisi untuk bersikap dan berprestasi sebagai master yang menguasai apa saja, terlepas dari apakah itu masuk akal atau hanya sekedar tinggal di awing awing.
  Karena itulah bukan sesuatu yang kebetulan kalau di Negara Negara berpemerintahan kepresidenan  terdapat fungsi jabatan juru bicara kepresidenan juru bicara ini bukan hanya bertugas menyampaikan kebijakan apa saja yang telah dan akan dilaksanakan..
 D PERAN MEDIA MASSA   
     MEDIA massa bertugas menyosialisaikan pentingnya penyelesaian politik melalui pembicaraan  upaya penggalangan massa sudah harus disikapi sebagai kegiatan yang tidak lagi excellence bukanlah merupakan ukuran keberhasilan melainkan lebih merupakan pengendalan demokrasi melalui kekuatan fisik.
  Kemampuan media mengungkap komunikasi politik verbal masyarakat berarti memberikan pula pemenuhan atas  people right to know apa yang sebenarnya yang terjadi sekaligus menjadi media sebagai wahana diskusi masyarakat.
  Dengan memperhatikan komunikasi verbal yang berupa pernyataan maka yang akan muncul dipermukaan adalah technical public opinion berarti opini yang mempunyai intensitas bobot pemikiran rasioanal kendati sedikit pendukungnya akan muncul kepermukaan.
  Pada akhirnya kita pun makfum bahwa demokrasi memang indah sebagai impian namun ibarat sebuah tanaman demokrasai memang membutuhkan tanah dan pupuk yang cocok  jika tidak ia akan tumbuh berbeda dengan asalnya.
  Bisa tumbuh kerdil dan tidak berbuah namun juga bisa tumbuh liar dan pahit buahnya atau merusak segalanya. Termasuk merusak wadah yang memberikan demokrasi itu sendiri yaitu Negara kalau sudah demikian berarti terjadi apa yang di sebut democracy again it self.


SOSIALISASI POLITIK 
DAN PARTISIPASI POLITIK

A.    BATASAN SOSIALISASI DAN SOSIALISASI POLITIK
      Tatanan adalah suatu yang mapan atau tidak berubah rubah secara mendasar memang tatanan itu stabil dan tidak berubah Anselm Strauss menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai suatu tatananyang disepakti bersama sebagai dasar nya tidak ada tatanan yang permanen mutlak.
       Menurut Soetandyo secara jelas menyebutkan bahwa proses sosialisasi bisa dilakukan oleh
1.      Individu yang memiliki wibawadan kekuasaan atas individu yang disosialisasikan
2.      Individu yang punya kedudukan sedeajat atau kurang lebih sederajat dengan individu ditengah disosialisasi
     Komunikasi politik dalam proses sosialisai politik dilakukan oleh individu yang mensosialisasikan dan individu disosisalisasi komunnikatornya bisa macam macam, orang tua, guru kakak ataupun yang lainnya.
     Proses sosialisasi poltiknya bisa disengaja bisa pula tidak disngaja, saluran yang dipakai juga biasa macam macam pula , komunikasi politik juga menggunakan symbol yang macam macam tergantung kondisinya seperti bahasa perintah kial dan isyarat.
B.     POLA SOSIALISASI
     Kategori social brdasar pendapatan juga berpengaruh terhadap pengguna media keluarga yang berpendapatan tinggicenderung akan menggunakan media semakin banyak hal ini terjadi karena keluarga yang berpendidikan tinggi cenderung membutuhkan informasi lebih banyak dan lebih bervariaasi dibangdingkan keluarga miskin yang kurang pendidikan.
  Tabloid menaruh perhatian yang lebih besar dari pada permasalhan criminal cerita sensasi seks dan kehidupan rumah tangga dibandingkan surat kabar semua kecendrungan media ini tentu saja memiliki makna  yang signifikan bagi masyarakat yang menggunakannya atau sebaliknya karakteristik masyarakat berpengaruh terhadap karakter media yang melayani mereka.
      C PARTISIPASI POLITIK  
    Partisipasi politik diartikan sebagai aktivitas warga Negara yang bertujuan untuk memengaruhi kebijakan politik , aktivitas warga Negara itu meliputi pemberian suara menandatangani petisi atau demonstrasi penutupan jalan.
     Partisipasi yang ada dlam suatu Negara akan menetukan suatu kualitas demokratis Negara atau pemerintahan yang adademokrasi tidak akan berfungsi tanpa aktivitas atau tindakan minimum yang dilakukan warga Negara dalam [partisipasi politik.
    Partisipasi berkambang tidak hanya dalam bentuk opini public tetapi gerakan gerakan yang sosial baru yang dilakukan oleh kelompok tertentu gerakan gerakan inilah yang kemudian juga yang dianggap partisipasi politik pada tahun 1970an dan 1980 an.

INFORMASI
DAN DEMOKRASI

A.    INFORMASI BUKAN FAKTOR PENENTU DEMOKRASITISASI
     Dalam teori komunikasi disebutkan bahwa informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian dalam komunikasi maka informasilah yang mengantarai adanya pernyataan pernyataan  peserta komunikasi terhadap apa yang sedang terjadi.
   Informasi memang factor yang berpengaruh tetapi bukan satu satunya yang menentukan masih terdapat factor lain yang tidak kalah pentingnya seperti factor adanya power yang menghendaki perubahan
Dalam konteks informasi tidak lain hanyalah bahan baku yang akan memunculkan harapan yang nantinya menjelma menjdi opini public yang berusaha mewujudkan harapan itu selain itu opini public juga berada pada konteks determinan pendukungnya yang dinamis.









MEDIA MASSA DAN
PROSES POLITIK

A.    MEDIA MASSA DALAM KEHIDUPAN POLITIK NEGARA
    Peranan media massa dalam berbagai aspek kehidupan social masyarakat modern semakin besar hal itu tamapak pada usaha pengguna media massa untuk mempercepat proses perubahan social di negar Negara berkembang.
    Peranan komunikasi massa dalam kehidupan social memang sangat luas tidak saja kampanye dalam rangka komunikasi politik tetapi seluruh kehidupan manusia modern tidak terlepas dari media massa terlepas dari itu  penelitian mengenai peranan dan efek komunikasi massa masih sangat menarik untuk dikajai karna ada hal hal yang selalu berbeda dari suatu penelitian dengan penelitian yang lain terutama jika kondisi dan waktunya berbeda.
    Pengguna media massa untuk suatu kampanye tampaknya sangat esensial dalam kehidupan  politik, di Amerika setiap ada pemilihan presiden media massa di seluruh negri hamper selalu digunakan untuk kegiatan kampanye.
  Kampanye melalui televise merupakan hal yang sangat menarik disini tampak peranan kampanye melalui media massa sangat besar atinya bagi seorang kandidat, Menurut Dennis McQuail suatu kampanye kemungkinan berhasil jika ada kondisi tertentu yang mendukung kepada situasi audience, pesan dan sumber.

KEKUASAAN MEDIA
( MEDIA POWER )
A.     PERGESERAN PENGERTIAN POWER
      Perkembangan teknologi komunikasi , globalisasi, dan komersialisasi telah memunculkan pergeseran  media massa tumbuh tidak hanya jadi kekuatan pengontrol penguasaan tetapi ytelah menjadi kekuatan politik, ekonomi, dan budaya.
    Media menjadikan insrtumen untuk kepentingan mereka Chomsky dan Herman menggambarkan model propaganda kelompok pemilik modal yang mampu untuk menetapkan premis premis wacana public menetukan informasi apa yang boleh dikomsumsi public dan terus menerus mengolah pendapat public melalui propaganda
.
B.     MEDIA DAN MASYARAKAT
    Peran media massa dalam kehidupan social menurut bebagai teratur tidak diragukan lagi, walaupun kerap dipandang secara berbeda namun tidak ada yang menyangkal atas peran yang signifikan dalam masyarakat modern.
   Ada enam prespektif dalam hal melihat peran media:
1.      Melihat media massa sebagai window on events and experience
2.      Media juga sering dianggap sebagai mirror of events in society and the world, implying a faithful reflection yaitu cermin berbagai peristiwa yang ada dimasyarakat dan dunia yan merefleks sikap apa adanya
3.      Memandang media massa sebagai filter yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak
4.      Media massa acap kali pula dipandang sebagai guide penunjuk jalan yang menerjemahkan arah atas berbagai ketidakpastian atau alternative yang beragam
5.      Melihat media massa sebagai forum untuk mempersentasikan berbagai informasi dan ide ide kepada khalayak sehingga memungkinkan terjadi tanggapan atau umpan balik
6.      Media sebagai interlocutor yang hanya tidak sekedar temapat berlalau lalangnya informasi tetapi juga sebagai partnerkomunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi yang interaktif

C.    KETIKA MEDIA MASSA MEMILIKI POWER
     Media penyiaran memiliki kekhasan khususnya televise penyiaran menggunakan ranah public yaiutu frekuensi yang jumlahnya terbatas , diera globalisasi liberal seperti sekarang ini media penyiaran tidak cukup dipandang hanya sebagai kekuatan cicil society yang harus dijamin kebebasannya.
   Gejala ini sangat nyata terlihat pada model pemberitaan ditelevisi swasta yang mengkhususkan pada berita secara kasat mata  media TV oleh pemiliknya dipakai sebagai poloticial tool gerakan yang dipimpinnya.
    Sementara media massa merupakan suatu komponen penting untuk mengontrol pemerintah sebagai power disinalah media diposisikan sebagai watch dog kekuasaan yang dijamin kebebasannya sebagai the fourth estate of democracy untuk mewujudkan pemerintahan yang hati hati, cerdas dan bijaksana.


HAKIKAT KEBEBASAN PERS
DAN PENGUATAN DEMOKRASI
A.    HAKIKAT KEBEBASAN PERS
    Secara konseptual kebebasan pers akan memnculkan pemerintahan yang cerdas, bersih dan bijaksana , logikanya melalui kebebasan pers masyarakat akan dapat mengetahui berbagai peristiwa termasuk kinerja pemerintah sehingga muncul mekanisme control terhadap kekuasaan maupun masyarakat sendiri.
    Kebebasan pers pada dasarnya bertujuan untuk meninggkatkan kualitas demokrasi dengan kebebasan pers media massa memungkinkan untuk menyampaikan berbagai informasi sehingga memperkuat dan mendukung warga Negara untuk berbeparan didalam demokrasi.
B.     NASIONALISME DAN PROFESIONALISME PERS
Tugas utama pers adalah melakukan jurnalistik yaitu mencari, mengumpulkan, dan menyampaikan berita dalam menjalankan tugasnya secara professional kewajiban pertama jurnalisme adalah kepada kebenaran loyalitas pada public berintisari disiplin verifikasi menjaga indenpendensi dari sumber berita berlaku sebagai pemantau kekuasaan menyediakan forum public untuk kritik dan dukungan dari warga.
    Kalau hakikat jurnalisme itu seperti diatas lalu bagaimana dengan konsep nasionalisme..?
Yaitu mendahulukan kepentingan bangsa dan bernegara, karena dengan profesionalisme jurnlistik akan mendorong tebentuknya pemerintahan yang bersih cerdas dan bijaksana jurnalisme yang professional juga akan membentuk masyarakat cerdas independen mampu mampu menjalankan hak dan kewajibannya sebagai Negara yang signifikan.
    
POLITIK DAN BUDAYA POPULER
A.    BUDAYA POPULER
    Budaya popular adalah seperangkat ide, perspektif, sikap, gambaran, dan fenomena lain, yang menurut consensus umum berada dalam lingkaran dari budaya yang ada, budaya popular sering kali dianggap sebagai budaya pada umumnya yang mempunya selera rendah para penikmatnya.
   Budaya popular sering juga dikaitkan dengan istilah budaya massa yang diproduksi secara missal dan konsumsi secara missal juga degan kata lain budaya popular adalah produk budaya yang bersufat pabrikanyang ada diman mana dan tidak memerlukan usaha untuk mengkonsumsinya.
   Dalam perkembangannya politik masuk kedalam ranah budaya popular karena pengaruh produkdsi media yang lebih mengarah kepada komodofikasinya budaya popular untuk menaikan rating dan mendapatkan iklan akhirnya politik tidak dianggap sebagai hal yang serius tapi tontonan politik yang memghibur dan tidak serius diperhatikan.

EKONOMI POLITIK MEDIA
DAN KEPEMILIKAN MEDIA

A.    HAKIKAT EKONOMI POLITIK MEDIA
  Sistem media mempunyai korelasi terhadap system social politik yang berlaku di Negara dimana media beroperasi kendali politik dan ekonomi selalu menjadi factor yang signifikan yang berpengaruh terhadap operasi media.
   Seperti yang dikatakan oleh Graham Murdoch bahwa televise yang dioperasikan oleh lembaga suasta sebenarnya menggunakan penenton sebagai komoditas untuk dijual kepada pemasar, oleh karena itulah televise berlomba lomba untuk membuat program acara semenarik mungkin untuk menarik sebanyak mungkin penonton.
B.     EKONOMI POLITIK MEDIA
   Studi ekonomi politik media adalah kajian yang memfokuskan perhatiannya pada penyebab dan konsekuensi ekonomi dan konsekuensi ekonomi keuangan dan politiik terhadap budaya Ekonomi politik media sebenarnya adalah pertarungan bagaimana aspek aspek ekonomik dan politik telah memengaruhi produksi dan reproduksi budaya sebagai komoditas media massa.
       Ada tiga pandangan kritis menurut pemahaman yaiutu
1.      Teori kritis menghindari pandangan determinisme ekonomi dan marxisme
2.      Pandangan frankfrut school ini menolak bahwa pengetahuan bisa sehingga praktiknya dalam masyarakat secara sadar meliahat kondisi social dan praktik praktiknya di masyarakatterutama terhadap distibusi pendapatan dan kekayaan
C.    Pandangan kritis juga melihat bahwa budaya adalah kunci untuk memahami hubungan kekuasaan terutama yang tergambar dalam media massa sehingga pandangan kritis inilah yang awal mulanya memperkenalkan pendekatan critical media studies




KEPEMILIKAN MEDIA ( MEDIA OWNERSHIP ) 
  Kepemilikan media ternyata berpengaruh terhadap cara media mengungkap isu, ekonomi politik media menjadi isu yang serius di Indonesia selama ini konglomerasi media yang dimiliki oleh segelintir orang mulai menggurita hingga kemedia local.
 Kuatnya kepemilikan media di tanah air pada akhirnya mengancam demokrasi system politik Indonesia banyak kasus dan contoh telah membuktikan bahwa kepentingan dan idiologi pemilik sedikit banyak berpengaruh tergadap cara media mengupas fenomena dan realitas social politik yang terjadi.

KOMUNIKASI POLITIK
DAN GENDER

A.    KONDISI PEREMPUAN DALAM DUNIA POLITIK
   Partisipasi politik perempuan tidak saj dilakukan dengan memberikan suara tetapi juga dilakukan dengan cara perempuan mencalonkan dirinya dalam kencah politikselama ini jumlah keterlibatan perempuan di dunia politik memang menunjukkan progres yang menggembirakan.
 Tetapi kondisinya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan terlebihi media massa tidak menunjukkan dukungannya melalui teknik liputan dan framing atau kerangka mengupas perempuan dalam diskursus politik
B.      BUDAYA POLITIK BAGI KAUM PEREMPUAN
     Budaya politik terhadap eksitensi merempuan di ranah politik selama ini belum memberikan diskursus yang positif ini karena posisi dan tradisional perempuan di ranah domestic lebih mengedepan dibandingkan kedudukan dan posisi perempuan di ranah public apalagi di bidang politik.
    Banyak studi yang menunjukkan bahwa perempuan dalam arena politik sering kali harus berjuang untuk menerima liputan media dan legimitasi public dan media , media massa dianggap sering menggambarkan politisi perempuan mempunyai masalah isu isu domestic berkaitan dengan perilaku anak dan suaminya.
     Kandidat politisi dan pemimpin perempuan mengalami media abuse dengan cara dideskripsikan dan direndahkan oleh media dengan menggunakan gender specific terms , perempuan yang maju di ranah politik juga sering dijadikan subjek perbedaan gender negative .
C.    KOMUNIKASI POLTIK PEREMPUAN
     Potensi perempuan dalam komunikasi politik perlu digarap dalam banyak kasus perempuan sendiri tidak hanya tidak mampu mengomunikasikan identitas dirinya sebagai perempuan tetapi juga mengomunikasikan agenda agenda dan visi politiknya.
    Perempuan sendiri masih enggan bersahabat dengan media perempuan harus berani tampil dan menunjukkan dirinya di media massa tidak banyak perempuan yang tidak sadar perlunya memasarkan citra dirinya di media massa.
     Selama ini khalayak perempuan hanya menjadi penenton politik, sehingga keterlibatan aktif suara mereka tidak mampu di raih keterlibatan perempuan dalam hal jumlah atau kuantitas saja yang diperjuangkan.


ETIKA MEDIA PERAN MEDIA
DALAM PILKADA INDONESIA
A.    PERAN MEDIA DALAM PILKADA
      Ada tiga fungsi utama media massa yang melekat dalam pekerjaan mereka yaitu memberikan informasi, memberikan pendidikan dan menghibur masyarakat melalui informasi media dapat membantu khalayaknya untuk membentuk pendapat tentang berbagai persoalan.
     Media menuntuk lembaga media untuk bisa bersikapnetral terhadap individu yang diliputnya media diharapkan menjadi penetral dari segala konflik kepentingan yang ada di dalam dunia politik dalam konteks pemilihan umum daerah media juga harus melakukan fungsi itu.
     Mengontrol dan menjadi pengawas yang konstruktif bagi public media mempunyai peran yang signifikan dalam pemelihan umum di negeri ini oleh karenanya media di harapkan mampu menjadi control yang efektif tidak malah menjadi pemain ketiga dan sterusnya dalam konflik konflik kepentingan politik.
B.     IRONI KONDISI IDEAL VERSUS KEENYATAAN
Berikut ini beberapa poin yang harus diperhatikan dan dipersiapkan kalangan media untuk melakukan civic education sekaligus watching to the politicial process selama pilkada:
1.      Idealnya wartawan mempelajari seluruh ketentuan pilkada agar media massa ikut melakukan pendidikan politik dan pengawasan ironinya hingga sekarang masih banyak wartawan dan media yang tidak paham ketentuan dan aturan pilkada
2.      Idealnya media mempelajari cara cara penyimpangan yang mungkin terjadi selama masa kampanye saat pencoblosan maupun perhitungan suara sehingga media dapat mengawasinya
3.      Idealnya media senantiasa menjaga kredibilitas liputannya dengan berpedoman pada independensi, akurasi dan fairness
4.      Media hendaknya membuat atural internal untuk menjaga kredibilitas pribadi wartawan
5.      Media idealnya menyusun standar atau pedoman dalam melakukan liputan politik untuk semua tahapan pilkada
6.      Media massa idealnya berperan menjadi megaphone untuk public
7.      Media idealnya selalu memberikan kesempatan yang sama pada semua peserta pilkada atau calon kepala daerah baik dari partai besar maupun dari partai kecil
8.      Media harus concern terhadap pendidikan politik
9.      Media massa sebaiknya berusaha memperdalam materi kampanye dan janji calon kepala daerah
10.  Media hendaknya hingga pascapilkada konisten mempertahankan sikap objektif dan netral
11.  Untuk menjaga akurasi berita kecepatan bukan merupakan ukuran utama
12.  Jika dalam pilkada ada konflik diantara kekuatan politik maka wartawan harus belajar dan memahami konflik yang akan diliput.


PERANG, JURNALISME DAN
KOMUNIKASI POLITIK

A.    PERANG, MEDIA DAN KONSTRUKTIF MEMORI KOLEKTIF
     Media berperan penting dalam konteks perang praktik jurnalisme diharapkan mampu untuk menjelaskan fakta yang benar tentang perang tersebut dari pada pemicu konflik yang lain di dalam perang yang ada media sendiri seolah menjadi memori yang membuat semua orang benci terhadap perang atau bahkan sebaliknya menjadi balas dendam dengan kekejaman perang dan aksi trorisme.
     Hal ini pada akhirnya membuat media dalam posisi yang tidak menguntungkan bagi public, perang yang terjadi dimuka bumi ini juga telah berpengaruh terhadap transformasi organisasi social Negara bangsa.
     Strategi komunikasi politik yang dilakukan Amerika dikursus isu yang berkembang dari koalisi Amerika tentang serbuan Iraq ini cenderung dibingkai dalam kerangka perang melawan terorisme, memori nasional Amerika merupakan penciptaan atau pembangunan memori kolektif atas terorisme itu sendiri.

KOMUNIKASI POLITIK INTERNASIONAL
DAN SISTEM INFORMASI NEGARA” DI DUNIA

A.    PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN GLOBALISASI
    Perkembangan teknologi telah mengubah dunia , dahulu tidak ada prang yang membanyangkan dunia yang begitu luas ini akan menjadi desa globalisasi, semakin nyata perkembangan teknologi komunikasi secara signifikan berimbas ke berbagai sector salah satunya dunia perdagangan.
B.     RUMOR DAN INFORMASI DALAM KONTEKS KOMUNIKASI INTERNASIONAL
    Munculnya rumorbaik itu yang berkaitan dengan kondisi politik ekonomi maupun persoalan social tidak hanya muncul dan berpengaruh terhadap perdagangan uang tetapi juga berbagai aspek lain Rumor tentang sebuah penyakit menular di Bali serta memunculkan larangan traveling ke Indonesia oleh pemerintahan japang pada warganya.
    Bentuk rumor internasional ini banyak terjadi dalam aktivitas money trading bisnis pariwisata maupun dalam percaturan politik termasuk di tingkat internasional rumor biasanya berkembang karena kebutuhan yang tinggi terhadap informasi namun tidak semuanya tersedia.

C.    SISTEM PELAYANAN INFORMASI DI AMERIKA SERIKAT
Untuk memperlancar persoalan komunikasi bagian public affairs dan press officer pemerintahan Amerika menyediakan beberpa sarana informasi untuk semua pihak baik pemerintahan dan para pejabat maupun wartawan cetak elektronik dan masyarakat secara langsung. Beberapa sarana komunikasi yang disediakan itu antara lain:
1.      Siaran pers yang dibuat layaknya artikel berita dan tak jarang dipakai sebagai teks berita oleh beberapa penerbitan
2.      Pemberia kepada media berupa judul acar acra mendatang sehingga media dapat menentukan sendiri acara mana yang akan diliput
3.      Lembaran fakta atau latar belakang
4.      Gambar( visual) seperti poto, grafik, diagram dan peta
5.      Biografi yang biasanya diberikan bersamaan dengan system pers
6.      Daftar nama pakaryang akan memperkuat pesan kalau mereka di wawancarai
7.      Kliping merupakan kumpulan kumpulan berita
8.      Daftar petanyaan
9.      Paket untuk pers atau media kit
10.  Pitch letter
11.  Teknologi satelit
12.  Aktualita radio
13.   Jalut telepon terpisah yang bisa digunakan untuk merekam jadwal harian pejabat sebagi refrensi media
14.  Konfrensi pers
15.  Wawancara adalah kesempatan bagi para pejabat untuk bicara paka wartawan biasanya satu per satu untuk menyampaikan ide mereka secara lebih mendalam ketimbang saat konfrensi pers
16.  Rapat dengan redaksi
17.  Rapat off the record
18.  Pidato
19.  Tur media
20.  Feature
21.  Internet adalah sarana untuk berkomunikasi langsung dengan public tanpa melalui media massa
22.  Email
23.  Kesempatan foto adalah pejabat diambil fotonya bersama orang lain dalam acara tertentu
Adapun negara negara lain yang mempunyai system pelayanan informasi ialah
1.      Inggris
2.      Australia
3.      Jepang
4.      China

 HUMAS PEMERINTAHAN DI
ERA DEMOKRASI

        Reformasi yang terjadi di Indonesia juga telah mendorong bukan saj keadaan seperti di atas maupun memunculkan pula berbagai tuntutan public atas desakan perlunya demokratisasi di berbagai sector serta keterbukaan informasi dan komunikasi.
       Pada kondisi seperti ini peran humas pemerintahan Indonesia dalam melakukan komunikasi yang efektif menjadi persoalan yang tidak mudah , humas sering dianggap tidak becus oleh pimpinan mereka karena tidak mampu mngatur proses komunikasi terutama denganmedia massa.
       Sebagaimana oleh kalangan media sebagai penghalangan komunikasi yang sebenarnya akibatnya petugas humas berada pada posisi yangserba salah si satu sisi ditekan dari ats di lain sisi digoyang dari bawah.

Related Posts

MAKALAHKOMUNIKASI POLITIK
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Dapatkan Info Seputar Obbzs Web Via Email